Sabtu, 09 Maret 2019

City Tour





Destinasi Pertama : Batu Caves

Sabtu telah tiba. Hari ini tidak ada kegiatan di bilik kuliah. Tugas peserta hanya menyelesaikan jurnal mingguan untuk disetor ke Penanggungjawab per bahasa paling lambat esok hari. Akhirnya, kami bersepakat menyelesaikan itu sebentar malam dan mengisi hari sabtu dengan berpusing-pusing menikmati keindahan alam Malaysia. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Batu Caves. Batu Caves (Tamil: பத்து மலை; Indonesia: Gua Batu), adalah sebuah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak 13 kilo meter utara Kota Kuala Lumpur.
Untuk mencapai Batu Caves kami menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari Apartemen Berjaya Times Square dengan menggunakan Bus.

Memasuki kawasan Batu Caves, tampak sebuah patung berdiri megah. Patung Dewa Murugan. Berdiri setinggi 42.7 m (140 ft), patung Murugan merupakan patung Dewa Hindu tertinggi di dunia, terletak di luar Batu Caves. Patung seharga sekitar 24 juta Rupee, terbuat dari 1550 meter kubik beton, 250 ton bar baja dan 300 liter cat emas yang didatangkan dari Thailand.
Di sebelah kiri kawasan Batu Caves terdapat rangkain kuil yang dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu setempat. Sementara Kuil Sri Maharamian dan Kuil Dewa Murugan terletak di puncak. Untuk mencapai kuil yang terletak di dalam gua, kami harus menaiki 272 anak tangga beton. Cukup melelahkan. Kami bermandikan keringat setelah tiba di puncak tangga. Tapi, semua terbayarkan dengan pemandangan yang cukup memesona. Yahh.... serasa sedang berada di India. Galeri souvernir yang terdapat di dalam gua juga menjajakan souvenir khas India dan Malaysia. Mulai dari hiasan dinding, gantungan kunci, miniatur menara kembar, patung dewa dewi, kain sari, topeng kulit sampai makanan khas India pun ada. Kami coba mencicipi 'ladu' makanan kegemaran Krisna di film Little Krisna. Warnanya yang kuning, manis dan lembut bikin saya penasaran. Akhirnya buka wikipedia dan ternyata ladu adalah suatu penganan terbuat dari ketan yang berasal dari daerah Malangbong, Garut, Jawa Barat. Bahan dasarnya adalah tepung ketan putih sangrai, gula putih, gula aren merah, dan kelapa yang sudah diparut. Kudapan ini rata-rata bisa bertahan antara empat sampai tujuh hari setelah diproduksi.
Jauh-jauh ke Batu Caves nyobain Ladu padahal di penganan ini asli  Jawa Barat, Indonesia lho!
Kuil Dewa Murugan ramai pagi ini dan didominasi etnis India yang lengkap dengan kain sari sedang khusuk berdoa. Di depan kuil terdapat beberapa ekor kera yang hilir mudik di antara pengunjung dan sekumpulan burung merpati yang terbang rendah, tak jarang singgah di lengan atau di pangkuan pengunjung yang sedang duduk beristirahat di kursi batu. Puas melihat-lihat dan mengambil gambar, akhirnya saya mengumpulkan tenaga untuk menuruni tangga dan kembali berkumpul bersama rombongan.

Selamat tinggal Batu Caves, semoga bisa ke sini lagi.




Destinasi kedua : Genting Highlands

Dari Batu Caves kami melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands. Genting Highlands atau Tanah Tinggi Genting yang berada di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut adalah puncak gunung dari pegunungan Titiwangsa di Malaysia serta menjadi tempat resort terkenal dengan nama yang sama. Berada di perbatasan negara bagian Pahang dan Selangor, tempat ini dapat dicapai dengan satu jam berkendara roda empat dari Kuala Lumpur atau melalui kereta gantung Genting Skyway yang saat ini merupakan yang tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara.
Genting Highlands didirikan oleh Lim Goh Tong dari Fujian, Cina pada awal tahun 1960-an. Sejak itu, Genting Highlands berkembang pesat dan menghasilkan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah Genting Bhd, seperti perusahaan kertas, stasiun pembangkit tenaga listrik, perusahaan perkebunan, perumahan, perusahaan minyak, kapal pesiar, dll.
Dikenal sebagai Las Vegas-nya Malaysia, tempat ini merupakan satu-satunya tempat berjudi daratan yang legal di Malaysia serta dioperasikan oleh Resorts World Bhd, anak perusahaan Genting Group atau Genting Bhd. Resort ini juga memiliki beberapa hotel yaitu Hotel Genting, Hotel Highlands, Hotel Resort, Hotel Theme Park, Awana Genting, dan Hotel First World. Hotel First World memiliki 7315 kamar, menjadikannya hotel terbesar pertama di dunia saat ini. Fasilitas lainnya ini adalah theme park, lapangan golf, mall perbelanjaan, simulator sky diving, hall konser dan masih banyak lagi.
Tiba di Genting Highlands sekitar pukul 12.00pm, kami memasuki Mal, Mal yang menyatu dengan stasiun kereta dan gondola. Kami mencari foodcourt, dan alhamdulilah dapat. Beraneka jenis makanan tersedia dengan harga terjangkau. Satu hal yang membuat berbeda dengan foodcourt di Indonesia adalah cara pembayaran makanannya. Kalau di Indonesia, tahapannya lebih simpel. Setelah memesan makanan, kita bisa langsung membayarnya ke kasir. Kalau di Genting, kita harus membeli sebuah kartu, mengisinya deposit tanpa batas maksimal, dan pihak pengelola akan menambahkan sebesar 5RM sebagai jaminan. Uang jaminan dan uang kembalian hasil transaksi  baru bisa diambil ketika kita selesai bertransaksi di kasir dan akan mengembalikan kartu.
Selesai makan, kami menuju antrean karcis Gondola Awana Skyway. Harga karcisnya sebesar 9RM untuk gondola biasa dan 18 RM untuk gondola dengan alas kaca. Itu harga karcis sekali jalan. Kami memilih gondola alas kaca yang transparan biar bisa menikmati keindahan Genting dari atas. Selesai berurusan dengan karcis, kami menuju tempat gondola berhenti untuk mengambil penumpang. Untuk membedakan gondola alas biasa dan kaca, cukup mudah. Lihat warna tulisan di badan gondola. Jika tulisannya merah, berarti alasa biasa. Jika tulisannya putih berarti alasnya kaca. Akhirnya, gondola yang kami tunggu mendarat. Kami bergegas naik, pintu gondola pun tertutup ketika melewati besi pengaman segitiga yang terletak di pinggir lintasan. Dan.....subhanallah....walhamdulilah....akhirnya bisa merasakan naik Gondola. Bisa menyaksikan keindahan alam dan kota genting dari atas. Terus terang selama di dalam Gondola, ada rasa takut yang mengintai. Takut kalau-kalau talinya putus, kacanya retak, dan masih banyak lagi ketakutan lain. Maklum, ini pengalaman pertama. Selama ini hanya melihat Gondola dari TV. 
Gondola Awana Skyway ini beroperasi mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 24.00 malam dan berhenti di tiga stasiun yaitu:
1. Awana Station (Lower Station)
2. Chin Swee Station (Middle Station)
3. Sky Avenue Station (Upper Station)

Jadi kita bisa memilih mau turun di stasiun yang mana. Hari ini, karena Bus yang kami tumpangi telah menunggu di Sky Avenue Stasion, akhirnya kami turun di Sky Avenue Station. Dan bisa berlama-lama di dalam gondola. Perjalanan dengan kereta gantung dari Stasiun Awana Skyway ke Sky Avenue ini kurang lebih memakan waktu sekitar 20 menit saja. Begitu menginjakkan kaki di Sky Avenue ini kami bingung mau ke mana.

Sky Avenue ini adalah sebuah mall yang sangat besar dan megah. Di dalamnya ada hotel dan casino. Kami sempat berdiri lama melihat permainan lampu yang berwarna warni di tengah mal. Sungguh artistik. Setelah itu turun ke bawah masuk ke lobi hotelnya. Pengunjung hari ini ramai sekali, di mana-mana saya mendengar orang Indonesia dengan bercakap dengan sesamanya. Mungkin pengunjung terbesar setelah turis lokal adalah WNI yang sedang liburan di Malaysia. Bus-bus yang berjejer di depan mal sibuk menurunkan pengunjung dari Indonesia. Tak lama kemudian, Bus yang kami tumpangi datang. Saatnya melanjutkan perjalanan ....




Destinasi Ketiga : Menara Kembar Petronas

Pulang dari Genting, bus melewati Menara Kembar dan kami tidak melewatkan destina ini. Bus lalu menepi dan semua peserta turun untuk sekadar berjalan-jalan melihat menara ini dari dekat kemudian mengabadikan gambar.
Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas (bahasa Melayu: 'Menara Berkembar Petronas') di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 berdasarkan pengukuran dari lantai pintu masuk utama sampai struktur atas, menurut referensi ketinggian asli bangunan yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir diselesaikan pada tahun 1996).
Menara Petronas yang dirancang oleh arsitek César Pelli dari Argentina selesai dibangun pada tahun 1998. Menara ini dibangun di atas fondasi pacuan kuda Kuala Lumpur. Kedalaman batuan dasar menjadikan bangunan ini dibangun dengan fondasi paling dalam di dunia. Fondasi sedalam 120 meter itu memerlukan sejumlah beton yang tidak sedikit untuk dibangun dalam waktu 12 bulan (1 tahun) oleh Bachy Soletanche. Menara ini menjadi ikon kota Kuala Kumpur, dijadikan sebagai pusat perkantoran dan mal.
Kami mengabadikan momen jalan-jalan di depan dan belakang menara karena untuk menaiki menara ini, gak bisa lagi. Sudah tutup kata sekuritinya. Akhirnya kami memilih berpusing-pusing di mal KLCC walau hanya sebentar. Jam menunjukkan pukul 07.00pm,  sudah menjelang magrib dan kami harus tiba di Apartemen sebelum pukul 08.00pm. Ada kedai Taste of Asia yang menunggu kami di lantai dasar Mal Berjaya Times Square. Kedai itu menjual ragam makanan yang sesuai dengan lidah orang Asia dan harga yang ramah di kantong. Saking ramahnya 😁😁😁, kedai itu memberi diskon 50% setiap pukul 08.00pm. Dengan uang senilai 5RM, kita sudah bisa menikmati sepiring nasi panas, ikan goreng tepung, cah kangkung, tahu tempe, telur ceplok dan sambel. Indonesia banget kan???
Untuk teman-teman yang ingin mengunjungi ketiga tempat tersebut sebaiknya meluangkan waktu sehari penuh, berangkatnya harus pagi-pagi, agar puas berjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya.  Hari sabtu yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Setelah lima hari kami berkutat dengan materi HOTs dan Pedagogy di dalam bilik kuliah, alhamdulilah hari ini diberi kesempatan untuk merefresh kepala, melihat destinasi wisata yang ada di Kota kuala Lumpur dan sekitarnya.


Sumber data: wikipedia
Foto: koleksi pribadi


2 komentar: