Jumat, 08 Maret 2019

Catatan lawatan ke Kolej Vokasional ERT Setapak


Catatan lawatan ke Kolej Vokasional ERT Setapak




1.     Negara lokasi sekolah : Malaysia

2.     Kota lokasi sekolah: Kuala Lumpur

3.     Status Sekolah: Sekolah Negeri (Status ekolah di Malaysia dibagi atas sekolah negeri, sekolah negara, dan sekolah di bawah naungan Kementrian Agama Malaysia)

4.     Periode Pelaksanaan: Kamis, 7 Maret 2019

5.     Topik bahasan yang sedang dibahas pada saat observasi: Menganalisis unsur-unsur yang  terdapat pada Drama.

6.     Kelas yang menjadi objek: Sijil Vokasional Malaysia tingkat II program studi Pengajian Awal Kanak-kanak

7.     Mata pelajaran yang menjadi objek: Bahasa Melayu





      Sekilas tentang Kolej Vokasional ERT Setapak…



     Kolej Vokasional ERT Setapak yang dikenal dengan KVerts  berdiri sejak tahun 1975 sebagai Sekolah Vokasional dan dinaikkan tarafnya menjadi Kolej Vokasional pada tahun 2005 berlokasi di Kuala Lumpur. KVerst ini memiliki 5 program keahlian:



     1. Diploma in Culinary Arts

     2. Diploma in Fashion Design

     3. Diploma in Cosmetology

     4. Diploma in Early Childhood Education

     5. Diploma in Technology Computer System



     Perjalanan dari Kolej Vokasional Sungai Buloh (KVSB) sampai ke  Kolej Vokasional ERT (KVerst) Setapak  ditempuh selama kurang lebih satu jam. Berbeda dengan KVSB yang penyambutannya meriah, di KVerst kami hanya disambut Cikgu dan Pengarah Kolej, diminta menuju tangga untuk pengambilan gambar. Tradisi pengambilan gambar tetamu ketika pertama kali tiba di sebuah sekolah jadi pembeda budaya Indonesia dan Malaysia. Tetamu di Indonesia biasanya disilakan masuk dahulu, diajak berbincang, disuguhi camilan/kudapan, dan barulah berfoto bersama. Nah, kalau berkunjung ke Kolej di Malaysia, berfoto bersama tuan rumah dahulu, baru tetamu disilakan masuk. 



     Bilik persidangan KVerst terletak di lantai II, di ruangan inilah digelar alu-aluan penerimaan. Rangkaian acara hampir sama dengan KVSB, dibuka oleh Pengarah Kolej, dilanjutkan oleh Wakil UM, wakil Delegasi P4TK Bahasa, dan Wakil Pengarah bagian kurikulum untuk memberikan informasi tentang Kolej. Mulai dari program studi yang ada, prestasi Kolej, kegiatan ekstrkurikuler siswa, dunia usaha dan dunia industri yang bekerjasama dengan KVerst dan masih banyak lagi. Setelah kegiatan penerimaan berlangsung kami  bergegas menuju kelas Sijil Vokasional Malaysia tingkat II program studi Pengajian Awal Kanak-kanak. Menurut saya jurusan Pengajian Awal Kanak-kanak ini yang unik dan menarik. Siswa dibekali materi berupa teori dan praktik selama 4 tahun dan selepas itu bisa  menjadi penyelia Taska/ pusat jagaan (tempat penitipan anak) dan pendidik dalam bidang pendidikan awal kanak-kanak.  Materi yang sedang diajarkan di kelas  ini yaitu Komsas, topiknya menganalisis unsur-unsur drama. Tampak di depan empat orang siswa sedang melakukan presentasi unsur-unsur drama dengan penuh semangat. Keberadaan kami di kelas sama sekali tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang presentasi. Sampai pada akhir presentasi berlangsung, ada hal yang tidak biasa saya jumpai di kelas-kelas Indonesia. Di Indonesia, setelah presentasi tugas, penyaji akan disibukkan menjawab pertanyaan dari peserta kelas. Nah, kalau di KVerst ini, penyaji yang bertanya kepada peserta, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta kelas terhadap materi yang telah disajikan. Ada tiga pertanyaan yang diajukan oleh penyaji dan respon dari siswa pun berbeda-beda. Siswa menanggapi pertanyaan dengan sangat antusias dan menjawab sesuai sudut pandang masing-masing. Hanya seperti itu? Ya....seperti itulah kenyataannya. Kegiatan PBM sudah berlangsung ketika saya dan rekan-rekan masuk, jadi kami tidak mendapati langkah-langkah saintifik lengkap di dalam kegiatan belajar mengajar hari ini. Yang tampak hanya kegiatan 'mengomunikasikan' apa yang telah siswa dapatkan dari kegiatan belajar mereka.
     
    Setelah selesai mengamati PBM, kami berpindah ke bengkel kecantikan melihat siswa yang sedang praktik merias. Bengkel kecantikan ini sangat luas, di dalamnya berjejer rapi lemari tempat menyimpan alat make up , tempat tidur yang digunakan sebagai tempat pijat dan luluran, serta kursi untuk keramas dan creambath. Di sampingnya terdapat  meja hias lengkap dengan cermin lebar, dan beberapa orang siswa yang sedang belajar merias wajah. Puas melihat siswa yang pawai memainkan kuas make up, kami berpindah ke bengkel memasak. Aroma krim sup dan macaroni mulai tercium ketika kami berdiri di depan pintu. Tampak siswa yang berpakaian ala koki sibuk menghidangkan makanan. Kami  disuguhi krim sup dan macaroni with sauce pasta yang rasanya enak sekali. Sungguh hari ini bukan hanya mata yang kenyang dengan hal-hal baru dan unik, tapi perut pun ikut kenyang menikmati jamuan makan tengah hari dan makan sore hari di dua Kolej yang berbeda. Hujan turun semakin deras, waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 pm waktu Kulaa Lumpur, diwakili oleh ibu Nilla, kami berpamitan dengan pihak Kolej. Sebuah paper bag merah bertuliskan Flying High KVerst yang berisi produk kewirausahaan seni kulinari jadi cenderahati Kolej yang kami bawa pulang ke Apartemen. Alhamdulilah….terima kasih Cikgu. Salam Persaudaraan, Salam Serumpun!.



1 komentar:

  1. Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan info yg bagus dari tulisan Ibu Arni

    BalasHapus