Minggu, 10 Maret 2019

Saklar oh Saklar






Ada kisah menarik dibalik saklar ini. Letaknya di atas meja setrikaan di kamar, berjejer tiga bersama saklar lainnya. Kupikir itu saklar lampu kamar mandi semua, di kamar mandi memang ada 3 lampu yang menyala sepanjang waktu. Sejak menempati Apartemen ini, saya baru sekali menekan saklar. Itupun hanya saklar lampu ruang tengah karena saya suka suasana temaram ketika sedang duduk menyaksikan Kuala Lumpur dari jendela kaca. Sementara lampu ruang kerja, dapur, ruang makan, wc, ruang tidur semua akan menyala otomatis ketika kunci kamar dimasukkan ke dalam ..... (Apa sih namanya tempat kunci yg menempel di dinding samping itu pintu itu?), pokoknya tempat nyimpen kuncilah ya. Jadi lampu di apartemen kami (yang kami tinggali untuk sementara maksudnya๐Ÿ˜‚) menyala terus ketika kami ada.

Nah, kembali ke saklar yang di atas. Hari pertama dan kedua, air di kamar mandi masih hangat. Setelah hari ketiga sampai hari kedelapan, tak ada lagi air panas walau keran air sudah diputar ke HOT. Karena pendingin ruangan menyala terus ketika saya di ruangan, saya gak tahan mandi sore dengan air dingin. Badan setipis ini harus disayang-sayang, ribet klo sampai sakit di negeri orang. Trus....klo gak mandi, duh duh duh bisa-bisa panas dalam. Jadi, saya memilih mandi air dingin, selesai mandi langsung minum tolak angin.

Di grup watsap akhirnya saya memberanikan diri bertanya, biar saja ketahun Ndesonya๐Ÿ˜. Saya meminta nomor kontak bu Fitri, beliau yang mengurusi segala keperluan penghuni Apartemen ini. Setelah dikirimi no.kotak bu Fitri, saya langsung menghubungi bu Fitri. Katanya ditunggu saja sampai besok soalnya klo malam teknisinya sudah pada pulang. 
Tak lama kemudian, ada beberapa teman yang mengirimi foto saklar ke grup, minta stop kontak alias saklar ditekan, biar ON. Tapi, karena sibuk menyelesaikan tugas kuliah yang sudah deadline, saya hanya melihat gambar yang dikirim, tidak membaca caption di bawahnya. Malah saya dan teman sekamar tertawa bersama. 
" Aapaaan sih kang Maman ini....Ngapain mereka ngirim-ngirim gambar saklar ke grup ya Ar? Kata bu Novi
"Kurang kerjaan kali Bu"....kataku
Padahal gambar saklar tadi itu berisi info penting.

Dan siang ini ketika bu Fitri dan beberapa room boy datang membersihkan kamar, kutanyalah perihal *air panas* di kamar mandi kami. Di tunjukkanlah saklar tersebut. "Bu, kalau mau mandi air hangat, ini saklar ditekan dulu, minimal 5 menit sebelum Ibu mandi, biar airnya anget", katanya. Dilanjutkannya lagi "Memang sengaja kami matikan ketika datang membersihkan ruangan Ibu, takutnya mesin di atas pecah, mbleduk kayak punya apartemen yang di atas, jadi dinyalakan ketika mau mandi aja". 

Duhhh pengen nutup wajah pake handuk, jadi malu........malu banget malah, di kampus sibuk belajar berpikir kritis, HOTS, metakognitif ehhhh giliran fungsi saklar gitu aja gak tau....๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

Ditulis di Berjaya Times Square, ketika selesai mandi pakai air hangat. ๐Ÿ˜€

Sabtu, 09 Maret 2019

Jurnal Minggu Pertama “Mengapa Metakognitif itu Penting?”







Seperti itulah gambaran metakognif yang dituliskan Prof. Zahari Othman dalam hand out yang dibagikan. Kami diminta merepresentasikan tulisan di atas menurut pemahaman kami. Dibantu google terjemahan, akhirnya saya mewakili kelompok untuk menyimpulkan bahwa metakognitif itu sebuah sikap mental, kesadaran berpikir tentang apa yang kita pikirkan, merencanakan berbagai tindakan untuk mengekseskusi pemikiran kita tersebut lalu memilih dan menetapkan strategi yang tepat untuk merealisasikan pikiran, mengontrol atau memonitoring sejauh mana perkembangan dari apa yang telah kita lakukan, kita nilai hasilnya. Jika berhasil, berarti hal tersebut bisa diteruskan dan jika belum berhasil berarti saatnya untuk merevisi kembali rencana yang telah kita buat dan menentukan strategi yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan.
Ada banyak tanggapan dari peserta kelas, dan tanggapan peserta pun hampir sama. Metakognitif itu ‘berpikir tentang berpikir’ atau thinking about thinking. Dengan kata lain, metakognitif adalah pengetahuan tentang proses-proses berpikir kita sendiri. Mengetahui apa yang dilakukan, bagaimana melakukannya, mengetahui prasyarat untuk menyakinkan kelengkapan tersebut, dan mengetahui kapan melakukannya.  
Jika dipikir, dalam proses perkuliahan selama seminggu terakhir ini, sesungguhnya aktivitas metakognitif  telah lahir dan bertumbuh. Saya sendiri telah melakukan refleksi tindakan berupa sikap mental, kesadaran untuk memahami istilah-istilah baru yang diucapkan dua Profesor yang berbeda. Belajar dibimbing dosen yang menggunakan bahasa Inggris sesekali Melayu dengan aksen English yang ‘berbeda’ membuat saya harus berpikir untuk berpikir. Saya harus berusaha untuk menerima, menyimpan, mencari tahu, dan mengolah informasi yang diperoleh melalui proses pembelajaran. Diawali dengan proses penerimaan informasi secara sadar, informasi tersebut saya catat, pahami kemudian menentukan langkah untuk menyampaikan apa yang saya pahami dan belajar menuangkan lewat tulisan. Dari catatan-catatan tersebut, akhirnya saya memilah mana yang bisa dituangkan dalam tulisan dan dipublikasikan di sosial media. Setelah dipublikasikan, tentu ada komentar yang menyertai, berisi masukan untuk perbaikan dan pertanyaan-pertanyaan. Tujuan awal untuk berbagi pengalaman belajar lewat tulisan sederhana akhirnya tersampaikan walau masih jauh dari sempurna.

Menilik Metakognitif dalam Proses Pembelajaran
Apapun yang telah dipelajari seminggu terakhir hanya kan menjadi teori jika tidak diaplikasikan di dalam kelas. Nah, misi penting setelah kembali ke tanah air adalah mengaplikasikan ‘metakognitif’ dalam proses pembelajaran. Peserta didik hendaknya dilatih untuk mempunyai kemampuan berpikir kritis level metakognitif (level tertinggi) karena konsep pemikiran kritis tentu saja akan berpengaruh dengan kesadaran metakognitif peserta didik itu sendiri. Peserta didik dapat mencermati berbagai persoalan yang setiap saat akan hadir dalam kehidupannya, mereka akan tangguh dalam menghadapi berbagai persoalan, mampu menyelesaikannya dengan tepat, dan mampu mengaplikasikan materi pengetahuan yang diperoleh di bangku sekolah dalam berbagai situasi berbeda dalam kehidupan nyata sehari-hari.
Metakognitif ini jelas memberikan isyarat sekaligus pesan bahwa apa yang kita capai hari ini adalah realisasi dari beberapa rencana-rencana yang telah dilakukan sebelumnya dan akibat dari sebuah pilihan-pilihan kita di masa lalu. Memilih belajar bersungguh-sungguh, memahami teori dan konsep akan mengantarkan seseorang bisa terampil dalam suatu bidang, begitupun sebaliknya. Memilih bermalas-malasan, belajar seperlunya saja, maka hasilnya akan biasa-biasa saja, dan tidak menutup kemungkinan akan mengalami kegagalan.

Sebagai contoh  peserta didik yang  memiliki kemampuan memahami materi tertentu, misalnya memahami teks prosedur kompleks. Untuk menilai kemampuannya dalam memahami dan menyusun teks prosedur kompleks ia membuat catatan. Apa itu teks prosedur kompleks, bagaimana struktur teks dan kaidah kebahasaan prosedur kompleks, bagaimana langkah-langkah menyusun sebuah teks prosedur kompleks.  Berdasarkan catatan tersebut peserta didik mampu secara mandri memproduksi teks prosedur kompleks. Dari teks prosedur kompleks yang telah dibuat, peserta didik kemudian dapat melakukan refleksi diri atas kekurangan dan kelebihannya. Apakah langkah-langkah dalam teks tersebut sudah benar atau masih perlu dilengkapi lagi. Apakah teks tersebut sudah memuat struktur dan kaidah kebahasaan yang tepat?. Dengan pengontrolan atau pemantauan proses kognitif akan mudah dilakukan evaluasi perolehan kognitif sendiri.
Ketika peserta didik sudah mampu merancang, memantau, dan merefleksikan proses belajar mereka secara sadar, mereka akan menjadi lebih percaya diri dan lebih mandiri dalam belajar karena kemandirian belajar merupakan modal utama peserta didik untuk meneruskan perjalanan panjang mereka dalam memenuhi kebutuhan intelektual dan menemukan dunia informasi yang tak terbatas. 

Arni Susanti Oktavia
Guru SMK Negeri 2 Wajo, Sulawesi Selatan, Indonesia
Peserta Program Pelatihan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ke Luar Negeri  Tahun 2019

Ditulis di Berjaya Times Square, Lantai 37 Kamar 17
Pada minggu pagi yang cerah di bulan Maret.

#GuruIndonesiaAgenPerubahan
#UniversityofMalaya

City Tour





Destinasi Pertama : Batu Caves

Sabtu telah tiba. Hari ini tidak ada kegiatan di bilik kuliah. Tugas peserta hanya menyelesaikan jurnal mingguan untuk disetor ke Penanggungjawab per bahasa paling lambat esok hari. Akhirnya, kami bersepakat menyelesaikan itu sebentar malam dan mengisi hari sabtu dengan berpusing-pusing menikmati keindahan alam Malaysia. Destinasi pertama yang kami kunjungi adalah Batu Caves. Batu Caves (Tamil: เฎชเฎค்เฎคு เฎฎเฎฒை; Indonesia: Gua Batu), adalah sebuah bukit kapur, yang memiliki serangkaian gua dan kuil gua, terletak 13 kilo meter utara Kota Kuala Lumpur.
Untuk mencapai Batu Caves kami menempuh perjalanan kurang lebih 30 menit dari Apartemen Berjaya Times Square dengan menggunakan Bus.

Memasuki kawasan Batu Caves, tampak sebuah patung berdiri megah. Patung Dewa Murugan. Berdiri setinggi 42.7 m (140 ft), patung Murugan merupakan patung Dewa Hindu tertinggi di dunia, terletak di luar Batu Caves. Patung seharga sekitar 24 juta Rupee, terbuat dari 1550 meter kubik beton, 250 ton bar baja dan 300 liter cat emas yang didatangkan dari Thailand.
Di sebelah kiri kawasan Batu Caves terdapat rangkain kuil yang dipergunakan sebagai tempat ibadah umat Hindu setempat. Sementara Kuil Sri Maharamian dan Kuil Dewa Murugan terletak di puncak. Untuk mencapai kuil yang terletak di dalam gua, kami harus menaiki 272 anak tangga beton. Cukup melelahkan. Kami bermandikan keringat setelah tiba di puncak tangga. Tapi, semua terbayarkan dengan pemandangan yang cukup memesona. Yahh.... serasa sedang berada di India. Galeri souvernir yang terdapat di dalam gua juga menjajakan souvenir khas India dan Malaysia. Mulai dari hiasan dinding, gantungan kunci, miniatur menara kembar, patung dewa dewi, kain sari, topeng kulit sampai makanan khas India pun ada. Kami coba mencicipi 'ladu' makanan kegemaran Krisna di film Little Krisna. Warnanya yang kuning, manis dan lembut bikin saya penasaran. Akhirnya buka wikipedia dan ternyata ladu adalah suatu penganan terbuat dari ketan yang berasal dari daerah Malangbong, Garut, Jawa Barat. Bahan dasarnya adalah tepung ketan putih sangrai, gula putih, gula aren merah, dan kelapa yang sudah diparut. Kudapan ini rata-rata bisa bertahan antara empat sampai tujuh hari setelah diproduksi.
Jauh-jauh ke Batu Caves nyobain Ladu padahal di penganan ini asli  Jawa Barat, Indonesia lho!
Kuil Dewa Murugan ramai pagi ini dan didominasi etnis India yang lengkap dengan kain sari sedang khusuk berdoa. Di depan kuil terdapat beberapa ekor kera yang hilir mudik di antara pengunjung dan sekumpulan burung merpati yang terbang rendah, tak jarang singgah di lengan atau di pangkuan pengunjung yang sedang duduk beristirahat di kursi batu. Puas melihat-lihat dan mengambil gambar, akhirnya saya mengumpulkan tenaga untuk menuruni tangga dan kembali berkumpul bersama rombongan.

Selamat tinggal Batu Caves, semoga bisa ke sini lagi.




Destinasi kedua : Genting Highlands

Dari Batu Caves kami melanjutkan perjalanan ke Genting Highlands. Genting Highlands atau Tanah Tinggi Genting yang berada di ketinggian 2000 m di atas permukaan laut adalah puncak gunung dari pegunungan Titiwangsa di Malaysia serta menjadi tempat resort terkenal dengan nama yang sama. Berada di perbatasan negara bagian Pahang dan Selangor, tempat ini dapat dicapai dengan satu jam berkendara roda empat dari Kuala Lumpur atau melalui kereta gantung Genting Skyway yang saat ini merupakan yang tercepat di dunia dan terpanjang di Asia Tenggara.
Genting Highlands didirikan oleh Lim Goh Tong dari Fujian, Cina pada awal tahun 1960-an. Sejak itu, Genting Highlands berkembang pesat dan menghasilkan perusahaan-perusahaan lainnya di bawah Genting Bhd, seperti perusahaan kertas, stasiun pembangkit tenaga listrik, perusahaan perkebunan, perumahan, perusahaan minyak, kapal pesiar, dll.
Dikenal sebagai Las Vegas-nya Malaysia, tempat ini merupakan satu-satunya tempat berjudi daratan yang legal di Malaysia serta dioperasikan oleh Resorts World Bhd, anak perusahaan Genting Group atau Genting Bhd. Resort ini juga memiliki beberapa hotel yaitu Hotel Genting, Hotel Highlands, Hotel Resort, Hotel Theme Park, Awana Genting, dan Hotel First World. Hotel First World memiliki 7315 kamar, menjadikannya hotel terbesar pertama di dunia saat ini. Fasilitas lainnya ini adalah theme park, lapangan golf, mall perbelanjaan, simulator sky diving, hall konser dan masih banyak lagi.
Tiba di Genting Highlands sekitar pukul 12.00pm, kami memasuki Mal, Mal yang menyatu dengan stasiun kereta dan gondola. Kami mencari foodcourt, dan alhamdulilah dapat. Beraneka jenis makanan tersedia dengan harga terjangkau. Satu hal yang membuat berbeda dengan foodcourt di Indonesia adalah cara pembayaran makanannya. Kalau di Indonesia, tahapannya lebih simpel. Setelah memesan makanan, kita bisa langsung membayarnya ke kasir. Kalau di Genting, kita harus membeli sebuah kartu, mengisinya deposit tanpa batas maksimal, dan pihak pengelola akan menambahkan sebesar 5RM sebagai jaminan. Uang jaminan dan uang kembalian hasil transaksi  baru bisa diambil ketika kita selesai bertransaksi di kasir dan akan mengembalikan kartu.
Selesai makan, kami menuju antrean karcis Gondola Awana Skyway. Harga karcisnya sebesar 9RM untuk gondola biasa dan 18 RM untuk gondola dengan alas kaca. Itu harga karcis sekali jalan. Kami memilih gondola alas kaca yang transparan biar bisa menikmati keindahan Genting dari atas. Selesai berurusan dengan karcis, kami menuju tempat gondola berhenti untuk mengambil penumpang. Untuk membedakan gondola alas biasa dan kaca, cukup mudah. Lihat warna tulisan di badan gondola. Jika tulisannya merah, berarti alasa biasa. Jika tulisannya putih berarti alasnya kaca. Akhirnya, gondola yang kami tunggu mendarat. Kami bergegas naik, pintu gondola pun tertutup ketika melewati besi pengaman segitiga yang terletak di pinggir lintasan. Dan.....subhanallah....walhamdulilah....akhirnya bisa merasakan naik Gondola. Bisa menyaksikan keindahan alam dan kota genting dari atas. Terus terang selama di dalam Gondola, ada rasa takut yang mengintai. Takut kalau-kalau talinya putus, kacanya retak, dan masih banyak lagi ketakutan lain. Maklum, ini pengalaman pertama. Selama ini hanya melihat Gondola dari TV. 
Gondola Awana Skyway ini beroperasi mulai pukul 07.00 pagi hingga pukul 24.00 malam dan berhenti di tiga stasiun yaitu:
1. Awana Station (Lower Station)
2. Chin Swee Station (Middle Station)
3. Sky Avenue Station (Upper Station)

Jadi kita bisa memilih mau turun di stasiun yang mana. Hari ini, karena Bus yang kami tumpangi telah menunggu di Sky Avenue Stasion, akhirnya kami turun di Sky Avenue Station. Dan bisa berlama-lama di dalam gondola. Perjalanan dengan kereta gantung dari Stasiun Awana Skyway ke Sky Avenue ini kurang lebih memakan waktu sekitar 20 menit saja. Begitu menginjakkan kaki di Sky Avenue ini kami bingung mau ke mana.

Sky Avenue ini adalah sebuah mall yang sangat besar dan megah. Di dalamnya ada hotel dan casino. Kami sempat berdiri lama melihat permainan lampu yang berwarna warni di tengah mal. Sungguh artistik. Setelah itu turun ke bawah masuk ke lobi hotelnya. Pengunjung hari ini ramai sekali, di mana-mana saya mendengar orang Indonesia dengan bercakap dengan sesamanya. Mungkin pengunjung terbesar setelah turis lokal adalah WNI yang sedang liburan di Malaysia. Bus-bus yang berjejer di depan mal sibuk menurunkan pengunjung dari Indonesia. Tak lama kemudian, Bus yang kami tumpangi datang. Saatnya melanjutkan perjalanan ....




Destinasi Ketiga : Menara Kembar Petronas

Pulang dari Genting, bus melewati Menara Kembar dan kami tidak melewatkan destina ini. Bus lalu menepi dan semua peserta turun untuk sekadar berjalan-jalan melihat menara ini dari dekat kemudian mengabadikan gambar.
Menara Petronas atau Menara Kembar Petronas (bahasa Melayu: 'Menara Berkembar Petronas') di Kuala Lumpur, Malaysia adalah sepasang menara kembar yang pernah menjadi bangunan tertinggi di dunia pada tahun 1998—2004, sebelum dilampaui oleh Burj Khalifa dan Taipei 101. Namun, kedua menara ini masih merupakan pencakar langit kembar tertinggi di dunia pada abad ke-20. Menara Kembar Petronas memegang gelar sebagai bangunan tertinggi dari tahun 1998 hingga 2004 berdasarkan pengukuran dari lantai pintu masuk utama sampai struktur atas, menurut referensi ketinggian asli bangunan yang digunakan oleh organisasi internasional Dewan Bangunan Tinggi dan Habitat Urban sejak tahun 1969 (tiga kategori ketinggian tambahan diperkenalkan ketika menara ini hampir diselesaikan pada tahun 1996).
Menara Petronas yang dirancang oleh arsitek Cรฉsar Pelli dari Argentina selesai dibangun pada tahun 1998. Menara ini dibangun di atas fondasi pacuan kuda Kuala Lumpur. Kedalaman batuan dasar menjadikan bangunan ini dibangun dengan fondasi paling dalam di dunia. Fondasi sedalam 120 meter itu memerlukan sejumlah beton yang tidak sedikit untuk dibangun dalam waktu 12 bulan (1 tahun) oleh Bachy Soletanche. Menara ini menjadi ikon kota Kuala Kumpur, dijadikan sebagai pusat perkantoran dan mal.
Kami mengabadikan momen jalan-jalan di depan dan belakang menara karena untuk menaiki menara ini, gak bisa lagi. Sudah tutup kata sekuritinya. Akhirnya kami memilih berpusing-pusing di mal KLCC walau hanya sebentar. Jam menunjukkan pukul 07.00pm,  sudah menjelang magrib dan kami harus tiba di Apartemen sebelum pukul 08.00pm. Ada kedai Taste of Asia yang menunggu kami di lantai dasar Mal Berjaya Times Square. Kedai itu menjual ragam makanan yang sesuai dengan lidah orang Asia dan harga yang ramah di kantong. Saking ramahnya ๐Ÿ˜๐Ÿ˜๐Ÿ˜, kedai itu memberi diskon 50% setiap pukul 08.00pm. Dengan uang senilai 5RM, kita sudah bisa menikmati sepiring nasi panas, ikan goreng tepung, cah kangkung, tahu tempe, telur ceplok dan sambel. Indonesia banget kan???
Untuk teman-teman yang ingin mengunjungi ketiga tempat tersebut sebaiknya meluangkan waktu sehari penuh, berangkatnya harus pagi-pagi, agar puas berjelajah dari satu tempat ke tempat lainnya.  Hari sabtu yang melelahkan sekaligus menyenangkan. Setelah lima hari kami berkutat dengan materi HOTs dan Pedagogy di dalam bilik kuliah, alhamdulilah hari ini diberi kesempatan untuk merefresh kepala, melihat destinasi wisata yang ada di Kota kuala Lumpur dan sekitarnya.


Sumber data: wikipedia
Foto: koleksi pribadi


Jumat, 08 Maret 2019

Catatan lawatan ke Kolej Vokasional ERT Setapak


Catatan lawatan ke Kolej Vokasional ERT Setapak




1.     Negara lokasi sekolah : Malaysia

2.     Kota lokasi sekolah: Kuala Lumpur

3.     Status Sekolah: Sekolah Negeri (Status ekolah di Malaysia dibagi atas sekolah negeri, sekolah negara, dan sekolah di bawah naungan Kementrian Agama Malaysia)

4.     Periode Pelaksanaan: Kamis, 7 Maret 2019

5.     Topik bahasan yang sedang dibahas pada saat observasi: Menganalisis unsur-unsur yang  terdapat pada Drama.

6.     Kelas yang menjadi objek: Sijil Vokasional Malaysia tingkat II program studi Pengajian Awal Kanak-kanak

7.     Mata pelajaran yang menjadi objek: Bahasa Melayu





      Sekilas tentang Kolej Vokasional ERT Setapak…



     Kolej Vokasional ERT Setapak yang dikenal dengan KVerts  berdiri sejak tahun 1975 sebagai Sekolah Vokasional dan dinaikkan tarafnya menjadi Kolej Vokasional pada tahun 2005 berlokasi di Kuala Lumpur. KVerst ini memiliki 5 program keahlian:



     1. Diploma in Culinary Arts

     2. Diploma in Fashion Design

     3. Diploma in Cosmetology

     4. Diploma in Early Childhood Education

     5. Diploma in Technology Computer System



     Perjalanan dari Kolej Vokasional Sungai Buloh (KVSB) sampai ke  Kolej Vokasional ERT (KVerst) Setapak  ditempuh selama kurang lebih satu jam. Berbeda dengan KVSB yang penyambutannya meriah, di KVerst kami hanya disambut Cikgu dan Pengarah Kolej, diminta menuju tangga untuk pengambilan gambar. Tradisi pengambilan gambar tetamu ketika pertama kali tiba di sebuah sekolah jadi pembeda budaya Indonesia dan Malaysia. Tetamu di Indonesia biasanya disilakan masuk dahulu, diajak berbincang, disuguhi camilan/kudapan, dan barulah berfoto bersama. Nah, kalau berkunjung ke Kolej di Malaysia, berfoto bersama tuan rumah dahulu, baru tetamu disilakan masuk. 



     Bilik persidangan KVerst terletak di lantai II, di ruangan inilah digelar alu-aluan penerimaan. Rangkaian acara hampir sama dengan KVSB, dibuka oleh Pengarah Kolej, dilanjutkan oleh Wakil UM, wakil Delegasi P4TK Bahasa, dan Wakil Pengarah bagian kurikulum untuk memberikan informasi tentang Kolej. Mulai dari program studi yang ada, prestasi Kolej, kegiatan ekstrkurikuler siswa, dunia usaha dan dunia industri yang bekerjasama dengan KVerst dan masih banyak lagi. Setelah kegiatan penerimaan berlangsung kami  bergegas menuju kelas Sijil Vokasional Malaysia tingkat II program studi Pengajian Awal Kanak-kanak. Menurut saya jurusan Pengajian Awal Kanak-kanak ini yang unik dan menarik. Siswa dibekali materi berupa teori dan praktik selama 4 tahun dan selepas itu bisa  menjadi penyelia Taska/ pusat jagaan (tempat penitipan anak) dan pendidik dalam bidang pendidikan awal kanak-kanak.  Materi yang sedang diajarkan di kelas  ini yaitu Komsas, topiknya menganalisis unsur-unsur drama. Tampak di depan empat orang siswa sedang melakukan presentasi unsur-unsur drama dengan penuh semangat. Keberadaan kami di kelas sama sekali tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang presentasi. Sampai pada akhir presentasi berlangsung, ada hal yang tidak biasa saya jumpai di kelas-kelas Indonesia. Di Indonesia, setelah presentasi tugas, penyaji akan disibukkan menjawab pertanyaan dari peserta kelas. Nah, kalau di KVerst ini, penyaji yang bertanya kepada peserta, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta kelas terhadap materi yang telah disajikan. Ada tiga pertanyaan yang diajukan oleh penyaji dan respon dari siswa pun berbeda-beda. Siswa menanggapi pertanyaan dengan sangat antusias dan menjawab sesuai sudut pandang masing-masing. Hanya seperti itu? Ya....seperti itulah kenyataannya. Kegiatan PBM sudah berlangsung ketika saya dan rekan-rekan masuk, jadi kami tidak mendapati langkah-langkah saintifik lengkap di dalam kegiatan belajar mengajar hari ini. Yang tampak hanya kegiatan 'mengomunikasikan' apa yang telah siswa dapatkan dari kegiatan belajar mereka.
     
    Setelah selesai mengamati PBM, kami berpindah ke bengkel kecantikan melihat siswa yang sedang praktik merias. Bengkel kecantikan ini sangat luas, di dalamnya berjejer rapi lemari tempat menyimpan alat make up , tempat tidur yang digunakan sebagai tempat pijat dan luluran, serta kursi untuk keramas dan creambath. Di sampingnya terdapat  meja hias lengkap dengan cermin lebar, dan beberapa orang siswa yang sedang belajar merias wajah. Puas melihat siswa yang pawai memainkan kuas make up, kami berpindah ke bengkel memasak. Aroma krim sup dan macaroni mulai tercium ketika kami berdiri di depan pintu. Tampak siswa yang berpakaian ala koki sibuk menghidangkan makanan. Kami  disuguhi krim sup dan macaroni with sauce pasta yang rasanya enak sekali. Sungguh hari ini bukan hanya mata yang kenyang dengan hal-hal baru dan unik, tapi perut pun ikut kenyang menikmati jamuan makan tengah hari dan makan sore hari di dua Kolej yang berbeda. Hujan turun semakin deras, waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 pm waktu Kulaa Lumpur, diwakili oleh ibu Nilla, kami berpamitan dengan pihak Kolej. Sebuah paper bag merah bertuliskan Flying High KVerst yang berisi produk kewirausahaan seni kulinari jadi cenderahati Kolej yang kami bawa pulang ke Apartemen. Alhamdulilah….terima kasih Cikgu. Salam Persaudaraan, Salam Serumpun!.



Kamis, 07 Maret 2019

Catatan Perjalanan ke KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH

Catatan Perjalanan ke KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH


  •  Negara Lokasi Sekolah                                              : Malaysia
  •  Kota Lokasi Sekolah                                                   : Selangor
  • Status Sekolah                                                            : Sekolah di bawah naungan Kerajaan Persekutuan.
  •  Periode Pelaksanan Observasi                                   : Kamis, 7 Maret 2019, pukul 10.00 am
  • Topik bahasan yang dibahas pada saat observasi  : Teknik Menulis Karangan
  •  Kelas yang menjadi objek                                         : Tingkat II Sijil, prodi Sistem Komputer dan Rangkaian
  •  Mata Pelajaran yang menjadi objek                         : Bahasa Melayu
Visi KV:
Peneraju Pendidikan Teknikal dan Vokasional yang Unggul
Misi KV:
Memperkasa Pendidikan Teknikal dan Vokasional Melalui Pelaksanaan Program yang Berkualiti.

Tiba di KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH sekitar pukul 10.00 am, kami disambut dengan meriah. Tabuhan rebana dan aksi pencak silat menjadi suguhan pertama ketika kami tiba. Sebanyak 17 kursi tertata rapi di lapangan jadi tempat pengambilan gambar. Setelah pengambilan gambar, kami diantar menuju ke Bilik Persidangan 1 yang berada di Lantai II gedung Kolej ini.

Berikut Aturcara Majlis pagi tadi:
10.00 Pagi Ketibaan Delegasi
                  Paluan Kompang (tabuhan rebana)
                  Persembahan Silat
Sesi Fotografi
10.15 Pagi  Ucapan Pengarah KVSB dan Pembentangan Slaid
                   Ucapan Wakil UMCC – Proffessor Emeritus Prof. Zahari Othman
                   Ucapan Wakil Delegasi – Dra. Endang Nilla Pramowadhany, M.A
10.30 Pagi  Penyampaian Cenderahati
10.40 Pagi  Pembelajaran dan Pemudahcaraan (PdPC) ‘MOCK CLASS’ Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris
                   Soal jawab berkaitan PdPC
12.00 Tgh   Makan tengah hari
Bersurai

Sekelumit kisah tentang KVSB ….     
KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH atau biasa disingkat KVSB mengalami empat kali pergantian nama sebelum menjadi KVSB. Pada tahun 1993, kolej ini bernama Sekolah Menengah Sungai Buloh yang menyelenggarakan 7 kursus pertukangan. Sijil Pelajaran Malaysia Vokasional (SPMV) dan Sijil Kemahiran Malaysia (SKM). Persijilannya dikeluarkan oleh lembaga Latihan Persijilan Perindustrian dan Ketukangan (LLPPKK) di bawah Kementrian Sumber Daya Manusia yang kini dikenal dengan Majlis Latihan Vokasional Kebangsaan (MLVK). Pada tahun 1996 dinaikan tarafnya menjadi Sekolah Menengah Teknik yang menyelenggarakan pengajian teknik. Pada tahun 2010 menjadi Sekolah Menengah Vokasional dan terakhir tahun 2013 berubah menjadi KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH yang menggunakan sistem semester dengan masa pembelajaran selama 4 tahun untuk memperoleh ijazah Diploma Vokasional Malaysia. Sama seperti di Indonesia, ada beberapa sekolah kejuruan yang masa belajar siswanya 4 tahun. Hanya saja, di Malaysia ini, siswa akan mendapat dua ijazah ketika berhasil menyelesaikan Kolej Vokasional. Dua tahun pertama belajar disebut SIJIL dan akan memperoleh ijazah. Pada tahap SIJIL siswa dibekali materi lebih banyak. Setelah menyelesaikan SIJIL, barulah mereka bisa melanjutkan pendidikan tahun kedua, lebih berfokus pada praktik dan akan mendapat ijazah Diploma Vokasional Malaysia. Ada 4 Kompetensi Keahlian di KVSB ini, yaitu:
1.      Jabatan Teknologi Mekanikal & Pembuatan, terdiri atas 4 program studi yakni: Teknologi Automotif, Teknologi Pemesinan Industri, Teknologi Penyejukan dan Penyamanan Udara
2.     Jabatan Teknologi Elektrik dan Elektronik, terdiri atas 2 program studi yakni: Teknologi Elektrik dan Teknologi Elektronik.
3.     Jabatan Teknologi Awam, program studi Teknologi Pembinaan
4.     Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi, program studi Teknologi Sistem Komputer dan Rangkaian

Capaian/ Prestasi siswa? Tidak diragukan lagi. KVSB menjuarai berbagai lomba vokasional siswa tingkat Kolej, Negeri dan Negara Persekutuan Malaysia. Kolej memilikiprogram/ aktiviti yang sengaja dibentuk untuk meningkatkan kreativitas siswa seperti:
  •  Pertandingan inovasi
  •  Hari sukan Kolej
  • Kem Bina Insan
  • Latihan Kebakaran
  • Kejohanan sukan
  • KV Skill Zon Tengah

Nah…..bagaimana dengan implementasi HOTS dalam Pengamatan Pembelajaran dan Pemudahcaraan (PdPC) atau Pelaksanan Proses Belajar Mengajar di Kelas?

Untuk kelompok guru Bahasa Indonesia, kami diarahkan menuju kelas Bahasa Melayu. Kelas yang bersih dan luas,  dilengkapi pendingin ruangan, di dinding sebelah kiri ruangan terdapat sebuah lemari setinggai 1 meter yang juga berfungsi sebagai meja, berisi portofolio bukti keterampilan SVM siswa (bundel yang berisi pencapaian siswa ketika mengikuti penilaian berterusan dan penilaian akhir), sarana pengajaran lengkap di ruangan ini. Kami duduk di bagian belakang mengamati Cikgu Nor Iedah memulai pembelajaran sampai memberi soalan (tugas) ke siswa. Materi hari ini adalah Teknik Menulis Karangan. Saya menemukan hal yang sama di Indonesia. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi, bertanya tentang materi yang telah dibahas minggu sebelumnya, lalu bertanya tentang kabar siswa, dan pada akhirnya seorang siswa menjawab bahwa dirinya mengalami stres (tertekan). Terjadilah tanya jawab antara guru dengan siswa.
Mengapa bisa stres?
Bagaimana cara menangani stres?
Guru meminta tanggapan dari siswa lain berupa solusi untuk mengatasi stres dan siswa cukup responsif menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya, guru memutarkan sebuah video ‘memelihara kucing’ yang bisa jadi solusi untuk menangani stres. Tak lama kemudian, guru membagikan hand out yang berisi materi dan lembar kerja siswa. Materi yang dibagikan oleh guru berisi formula menyusun karangan dengan mudah dan sistematis seperti : SHPSB untuk bagian pendahuluan, IHSeSeKUP untuk bagian perenggangan isi dan KeSeMe untuk bagian kesimpulan. Formula yang aneh kan? Tapi bermakna lho, formula itu ada kepanjangannya….…๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
Agar siswa yang merasa stres tadi bisa menemukan solusi untuk menghilangkan stresnya, maka guru memilih topik karangan “Menangani Stres”. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk menganalisis dan menemukan isu, kata kunci soalan, isi, contoh dan ungkapan menarik yang berkaitan dengan topik yang telah ditentukan kemudian menyusunnya menjadi sebuah karangan. Dengan berpedoman pada materi dan formula yang diberikan oleh guru, akhirnya setiap kelompok siswa berhasil mengaplikasikan proses berpikir kritis dan kreatif dengan menghasilkan sebuah karangan yang sistematis.
Mungkin dinilah letak HOTSnya…..mungkin….

Akhirnya saya bercakap dengan seorang guru Bahasa Melayu, namanya Cikgu Sariwati. Beliau menjelaskan bahwa Bahasa Melayu merupakan pelajaran wajib yang diajarkan hanya pada tingkat SIJIL (2 tahun pertama) sebanyak 4jp dalam sepekan (1jp = 60 menit). 4 jp tersebut dibagi menjadi 3kali pertemuan. Pertemuan pertama 1jp membahas Tata Bahasa, Komsas (komponen sastra dan kesustraan), Rumusan (rencana pengajaran bahasa). Pertemuan kedua 1 jp membahas Komsas saja dan pertemuan ketiga sebanyak 2 jp membahas Karangan dan Rumusan. Persentase materi 30% dan praktik kebahasaan dan kemahiran bercakap sebanyak 70%.

Untuk komponen silabus (Malaysia=Silibus/ Dokumen Standar Kurikulum) perbedaannya adalah:
Indonesia
Malaysia
1.     Identitas Mata Pelajaran 
2.     Identitas Sekolah 
3.     Kompetensi Inti
4.     Kompetensi Dasar,
5.     Materi Pokok.
6.     Pembelajaran,
7.     Penilaian,
8.     Alokasi Waktu,
9.     Sumber Belajar
    1.     Identitas Mata Pelajaran yang terdiri atas:
Modul
Kode
Kredit unit
Jam pertemuan
Status modul
     2.     Standar Kandungan
     3.     Standar Pembelajaran
     4.     Kriteria Pencapaian

Untuk RPP (Malaysia= Rancangan Sesi Latihan), guru membuat RPP berdasarkan silibus yang telah ditetapkan. Komponen RPP yang dibuat pun berbeda jauh dengan RPP guru di Indonesia. Di Indonesia terdapat program tahunan, program semester, analisis minggu efektif  yang melengkapi RPP, sementara di Malaysia hanya ada jumlah pekan efektif setiap pekan itupun tertulis di bagian atas RPP setelah identitias mata pelajaran dan tujuan.  Selanjutnya terdapat Kompetensi, Kaedah Pengajaran, Kaedah Pentaksiran dan Bahan/Sumber/Nilai. Tidak ada langkah-langkah pembelajaran saintifik, model pembelajaran yang akan digunakan di dalam RPP. RPP yang dibuat hanya sekali sejumlah pekan efektif dalam semester berjalan (bukan per pertemuan, apalagi per kompetensi dasar).

Terdapat dua penilaian mata pelajaran bahasa Melayu dalam satu semester yaitu: pertama, penilaian berterusan (bobot=30%) yang terdiri atas 4x ujian (1. tata bahasa, 2. komsas, 3. rumusan dan 4. kemahiran bercakapan) dan penilaian akhir (gabungan materi tata bahasa, komsas, rumusan dan kemahiran bercakapan).

Hanya ungkapan syukur yang terus mengalir. Betapa banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapat hari ini, mulai sambutan hangat Cikgu dan siswa ketika kami tiba, melihat proses PdPC di kelas Cikgu Nor Iedah, dapat kesempatan berbincang lama dengan CikguSariwati, berbagi pengalaman mengajar pencapaiannya selama membimbing siswa, dapat beberapa hardcopy Rancangan Sesi Latihan dan modul pembelajaran yang disusun oleh guru Bahasa Melayu KVSB dan diakhiri dengan jamuan ‘makan tengah hari’ dengan nasi kandar, ayam bakar, sup, cupcake dan potongan buah. Rasanya? Sedaplah……. ๐Ÿ˜€
Semoga lawatan kali menjadi pijakan baru untuk terus berbenah, terus belajar, meningkatkan kompetensi diri dan bermanfaat bagi orang lain.

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

#GuruIndonesiaAgenPerubahan
#KolejVokasionalSungaiBuloh
#UniversityofMalaya