Catatan lawatan ke Kolej Vokasional ERT Setapak
1.
Negara lokasi sekolah : Malaysia
2.
Kota lokasi sekolah: Kuala Lumpur
3.
Status Sekolah: Sekolah Negeri (Status ekolah di Malaysia dibagi
atas sekolah negeri, sekolah negara, dan sekolah di bawah naungan Kementrian
Agama Malaysia)
4.
Periode Pelaksanaan: Kamis, 7 Maret 2019
5.
Topik bahasan yang sedang dibahas pada saat observasi:
Menganalisis unsur-unsur yang terdapat pada Drama.
6.
Kelas yang menjadi objek: Sijil Vokasional Malaysia tingkat II
program studi Pengajian Awal Kanak-kanak
7.
Mata pelajaran yang menjadi objek: Bahasa Melayu
Sekilas tentang Kolej Vokasional ERT Setapak…
Kolej Vokasional ERT Setapak yang dikenal dengan KVerts
berdiri sejak tahun 1975 sebagai Sekolah Vokasional dan dinaikkan tarafnya
menjadi Kolej Vokasional pada tahun 2005 berlokasi di Kuala Lumpur. KVerst ini
memiliki 5 program keahlian:
1. Diploma in Culinary Arts
2.
Diploma in Fashion Design
3.
Diploma in Cosmetology
4.
Diploma in Early Childhood Education
5.
Diploma in Technology Computer System
Perjalanan
dari Kolej Vokasional Sungai Buloh
(KVSB) sampai ke Kolej
Vokasional ERT (KVerst) Setapak ditempuh selama kurang lebih satu
jam. Berbeda dengan KVSB yang
penyambutannya meriah, di KVerst
kami hanya disambut Cikgu dan Pengarah Kolej, diminta menuju tangga untuk
pengambilan gambar. Tradisi pengambilan gambar tetamu ketika pertama kali tiba
di sebuah sekolah jadi pembeda budaya Indonesia dan Malaysia. Tetamu di
Indonesia biasanya disilakan masuk dahulu, diajak berbincang, disuguhi
camilan/kudapan, dan barulah berfoto bersama. Nah, kalau berkunjung ke Kolej di
Malaysia, berfoto bersama tuan rumah dahulu, baru tetamu disilakan masuk.
Bilik
persidangan KVerst terletak di
lantai II, di ruangan inilah digelar alu-aluan penerimaan. Rangkaian acara
hampir sama dengan KVSB, dibuka oleh
Pengarah Kolej, dilanjutkan oleh Wakil UM, wakil Delegasi P4TK Bahasa, dan
Wakil Pengarah bagian kurikulum untuk memberikan informasi tentang Kolej. Mulai
dari program studi yang ada, prestasi Kolej, kegiatan ekstrkurikuler siswa,
dunia usaha dan dunia industri yang bekerjasama dengan KVerst dan masih banyak
lagi. Setelah kegiatan penerimaan berlangsung kami bergegas menuju kelas Sijil Vokasional Malaysia tingkat II program studi Pengajian
Awal Kanak-kanak. Menurut saya jurusan Pengajian Awal Kanak-kanak ini yang unik
dan menarik. Siswa dibekali materi berupa teori dan praktik selama 4 tahun dan
selepas itu bisa menjadi penyelia Taska/ pusat jagaan (tempat penitipan
anak) dan pendidik dalam bidang pendidikan awal kanak-kanak. Materi yang
sedang diajarkan di kelas ini yaitu Komsas, topiknya menganalisis
unsur-unsur drama. Tampak di depan empat orang siswa sedang melakukan
presentasi unsur-unsur drama dengan penuh semangat. Keberadaan kami di kelas
sama sekali tidak mengganggu konsentrasi siswa yang sedang presentasi. Sampai
pada akhir presentasi berlangsung, ada hal yang tidak biasa saya jumpai di
kelas-kelas Indonesia. Di Indonesia, setelah presentasi tugas, penyaji akan
disibukkan menjawab pertanyaan dari peserta kelas. Nah, kalau di KVerst ini, penyaji yang bertanya
kepada peserta, tujuannya untuk mengetahui sejauh mana pemahaman peserta kelas
terhadap materi yang telah disajikan. Ada tiga pertanyaan yang diajukan oleh
penyaji dan respon dari siswa pun berbeda-beda. Siswa menanggapi pertanyaan
dengan sangat antusias dan menjawab sesuai sudut pandang masing-masing. Hanya
seperti itu? Ya....seperti itulah kenyataannya. Kegiatan PBM sudah berlangsung
ketika saya dan rekan-rekan masuk, jadi kami tidak mendapati langkah-langkah saintifik
lengkap di dalam kegiatan belajar mengajar hari ini. Yang tampak hanya kegiatan
'mengomunikasikan' apa yang telah siswa dapatkan dari kegiatan belajar mereka.
Setelah
selesai mengamati PBM, kami berpindah ke bengkel kecantikan melihat siswa yang
sedang praktik merias. Bengkel kecantikan ini sangat luas, di dalamnya berjejer
rapi lemari tempat menyimpan alat make up , tempat tidur yang digunakan
sebagai tempat pijat dan luluran, serta kursi untuk keramas dan creambath. Di
sampingnya terdapat meja hias lengkap dengan cermin lebar, dan beberapa
orang siswa yang sedang belajar merias wajah. Puas melihat siswa yang pawai
memainkan kuas make up, kami berpindah ke bengkel memasak. Aroma krim sup dan
macaroni mulai tercium ketika kami berdiri di depan pintu. Tampak siswa yang
berpakaian ala koki sibuk menghidangkan makanan. Kami disuguhi krim sup
dan macaroni with sauce pasta yang
rasanya enak sekali. Sungguh hari ini bukan hanya mata yang kenyang dengan
hal-hal baru dan unik, tapi perut pun ikut kenyang menikmati jamuan makan tengah hari dan makan sore hari di dua Kolej yang
berbeda. Hujan turun semakin deras, waktu sudah menunjukkan pukul 05.00 pm
waktu Kulaa Lumpur, diwakili oleh ibu Nilla, kami berpamitan dengan pihak
Kolej. Sebuah paper bag merah
bertuliskan Flying High KVerst yang berisi produk kewirausahaan seni
kulinari jadi cenderahati Kolej yang kami bawa pulang ke Apartemen.
Alhamdulilah….terima kasih Cikgu. Salam Persaudaraan, Salam Serumpun!.

Alhamdulillah, saya bersyukur bisa mendapatkan info yg bagus dari tulisan Ibu Arni
BalasHapus