Kamis, 07 Maret 2019

Catatan Perjalanan ke KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH

Catatan Perjalanan ke KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH


  •  Negara Lokasi Sekolah                                              : Malaysia
  •  Kota Lokasi Sekolah                                                   : Selangor
  • Status Sekolah                                                            : Sekolah di bawah naungan Kerajaan Persekutuan.
  •  Periode Pelaksanan Observasi                                   : Kamis, 7 Maret 2019, pukul 10.00 am
  • Topik bahasan yang dibahas pada saat observasi  : Teknik Menulis Karangan
  •  Kelas yang menjadi objek                                         : Tingkat II Sijil, prodi Sistem Komputer dan Rangkaian
  •  Mata Pelajaran yang menjadi objek                         : Bahasa Melayu
Visi KV:
Peneraju Pendidikan Teknikal dan Vokasional yang Unggul
Misi KV:
Memperkasa Pendidikan Teknikal dan Vokasional Melalui Pelaksanaan Program yang Berkualiti.

Tiba di KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH sekitar pukul 10.00 am, kami disambut dengan meriah. Tabuhan rebana dan aksi pencak silat menjadi suguhan pertama ketika kami tiba. Sebanyak 17 kursi tertata rapi di lapangan jadi tempat pengambilan gambar. Setelah pengambilan gambar, kami diantar menuju ke Bilik Persidangan 1 yang berada di Lantai II gedung Kolej ini.

Berikut Aturcara Majlis pagi tadi:
10.00 Pagi Ketibaan Delegasi
                  Paluan Kompang (tabuhan rebana)
                  Persembahan Silat
Sesi Fotografi
10.15 Pagi  Ucapan Pengarah KVSB dan Pembentangan Slaid
                   Ucapan Wakil UMCC – Proffessor Emeritus Prof. Zahari Othman
                   Ucapan Wakil Delegasi – Dra. Endang Nilla Pramowadhany, M.A
10.30 Pagi  Penyampaian Cenderahati
10.40 Pagi  Pembelajaran dan Pemudahcaraan (PdPC) ‘MOCK CLASS’ Bahasa Melayu dan Bahasa Inggris
                   Soal jawab berkaitan PdPC
12.00 Tgh   Makan tengah hari
Bersurai

Sekelumit kisah tentang KVSB ….     
KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH atau biasa disingkat KVSB mengalami empat kali pergantian nama sebelum menjadi KVSB. Pada tahun 1993, kolej ini bernama Sekolah Menengah Sungai Buloh yang menyelenggarakan 7 kursus pertukangan. Sijil Pelajaran Malaysia Vokasional (SPMV) dan Sijil Kemahiran Malaysia (SKM). Persijilannya dikeluarkan oleh lembaga Latihan Persijilan Perindustrian dan Ketukangan (LLPPKK) di bawah Kementrian Sumber Daya Manusia yang kini dikenal dengan Majlis Latihan Vokasional Kebangsaan (MLVK). Pada tahun 1996 dinaikan tarafnya menjadi Sekolah Menengah Teknik yang menyelenggarakan pengajian teknik. Pada tahun 2010 menjadi Sekolah Menengah Vokasional dan terakhir tahun 2013 berubah menjadi KOLEJ VOKASIONAL SUNGAI BULOH yang menggunakan sistem semester dengan masa pembelajaran selama 4 tahun untuk memperoleh ijazah Diploma Vokasional Malaysia. Sama seperti di Indonesia, ada beberapa sekolah kejuruan yang masa belajar siswanya 4 tahun. Hanya saja, di Malaysia ini, siswa akan mendapat dua ijazah ketika berhasil menyelesaikan Kolej Vokasional. Dua tahun pertama belajar disebut SIJIL dan akan memperoleh ijazah. Pada tahap SIJIL siswa dibekali materi lebih banyak. Setelah menyelesaikan SIJIL, barulah mereka bisa melanjutkan pendidikan tahun kedua, lebih berfokus pada praktik dan akan mendapat ijazah Diploma Vokasional Malaysia. Ada 4 Kompetensi Keahlian di KVSB ini, yaitu:
1.      Jabatan Teknologi Mekanikal & Pembuatan, terdiri atas 4 program studi yakni: Teknologi Automotif, Teknologi Pemesinan Industri, Teknologi Penyejukan dan Penyamanan Udara
2.     Jabatan Teknologi Elektrik dan Elektronik, terdiri atas 2 program studi yakni: Teknologi Elektrik dan Teknologi Elektronik.
3.     Jabatan Teknologi Awam, program studi Teknologi Pembinaan
4.     Jabatan Teknologi Maklumat dan Komunikasi, program studi Teknologi Sistem Komputer dan Rangkaian

Capaian/ Prestasi siswa? Tidak diragukan lagi. KVSB menjuarai berbagai lomba vokasional siswa tingkat Kolej, Negeri dan Negara Persekutuan Malaysia. Kolej memilikiprogram/ aktiviti yang sengaja dibentuk untuk meningkatkan kreativitas siswa seperti:
  •  Pertandingan inovasi
  •  Hari sukan Kolej
  • Kem Bina Insan
  • Latihan Kebakaran
  • Kejohanan sukan
  • KV Skill Zon Tengah

Nah…..bagaimana dengan implementasi HOTS dalam Pengamatan Pembelajaran dan Pemudahcaraan (PdPC) atau Pelaksanan Proses Belajar Mengajar di Kelas?

Untuk kelompok guru Bahasa Indonesia, kami diarahkan menuju kelas Bahasa Melayu. Kelas yang bersih dan luas,  dilengkapi pendingin ruangan, di dinding sebelah kiri ruangan terdapat sebuah lemari setinggai 1 meter yang juga berfungsi sebagai meja, berisi portofolio bukti keterampilan SVM siswa (bundel yang berisi pencapaian siswa ketika mengikuti penilaian berterusan dan penilaian akhir), sarana pengajaran lengkap di ruangan ini. Kami duduk di bagian belakang mengamati Cikgu Nor Iedah memulai pembelajaran sampai memberi soalan (tugas) ke siswa. Materi hari ini adalah Teknik Menulis Karangan. Saya menemukan hal yang sama di Indonesia. Guru membuka pelajaran dengan apersepsi, bertanya tentang materi yang telah dibahas minggu sebelumnya, lalu bertanya tentang kabar siswa, dan pada akhirnya seorang siswa menjawab bahwa dirinya mengalami stres (tertekan). Terjadilah tanya jawab antara guru dengan siswa.
Mengapa bisa stres?
Bagaimana cara menangani stres?
Guru meminta tanggapan dari siswa lain berupa solusi untuk mengatasi stres dan siswa cukup responsif menjawab pertanyaan dari guru. Selanjutnya, guru memutarkan sebuah video ‘memelihara kucing’ yang bisa jadi solusi untuk menangani stres. Tak lama kemudian, guru membagikan hand out yang berisi materi dan lembar kerja siswa. Materi yang dibagikan oleh guru berisi formula menyusun karangan dengan mudah dan sistematis seperti : SHPSB untuk bagian pendahuluan, IHSeSeKUP untuk bagian perenggangan isi dan KeSeMe untuk bagian kesimpulan. Formula yang aneh kan? Tapi bermakna lho, formula itu ada kepanjangannya….…😀😀😀😀
Agar siswa yang merasa stres tadi bisa menemukan solusi untuk menghilangkan stresnya, maka guru memilih topik karangan “Menangani Stres”. Siswa dibagi menjadi beberapa kelompok kecil untuk menganalisis dan menemukan isu, kata kunci soalan, isi, contoh dan ungkapan menarik yang berkaitan dengan topik yang telah ditentukan kemudian menyusunnya menjadi sebuah karangan. Dengan berpedoman pada materi dan formula yang diberikan oleh guru, akhirnya setiap kelompok siswa berhasil mengaplikasikan proses berpikir kritis dan kreatif dengan menghasilkan sebuah karangan yang sistematis.
Mungkin dinilah letak HOTSnya…..mungkin….

Akhirnya saya bercakap dengan seorang guru Bahasa Melayu, namanya Cikgu Sariwati. Beliau menjelaskan bahwa Bahasa Melayu merupakan pelajaran wajib yang diajarkan hanya pada tingkat SIJIL (2 tahun pertama) sebanyak 4jp dalam sepekan (1jp = 60 menit). 4 jp tersebut dibagi menjadi 3kali pertemuan. Pertemuan pertama 1jp membahas Tata Bahasa, Komsas (komponen sastra dan kesustraan), Rumusan (rencana pengajaran bahasa). Pertemuan kedua 1 jp membahas Komsas saja dan pertemuan ketiga sebanyak 2 jp membahas Karangan dan Rumusan. Persentase materi 30% dan praktik kebahasaan dan kemahiran bercakap sebanyak 70%.

Untuk komponen silabus (Malaysia=Silibus/ Dokumen Standar Kurikulum) perbedaannya adalah:
Indonesia
Malaysia
1.     Identitas Mata Pelajaran 
2.     Identitas Sekolah 
3.     Kompetensi Inti
4.     Kompetensi Dasar,
5.     Materi Pokok.
6.     Pembelajaran,
7.     Penilaian,
8.     Alokasi Waktu,
9.     Sumber Belajar
    1.     Identitas Mata Pelajaran yang terdiri atas:
Modul
Kode
Kredit unit
Jam pertemuan
Status modul
     2.     Standar Kandungan
     3.     Standar Pembelajaran
     4.     Kriteria Pencapaian

Untuk RPP (Malaysia= Rancangan Sesi Latihan), guru membuat RPP berdasarkan silibus yang telah ditetapkan. Komponen RPP yang dibuat pun berbeda jauh dengan RPP guru di Indonesia. Di Indonesia terdapat program tahunan, program semester, analisis minggu efektif  yang melengkapi RPP, sementara di Malaysia hanya ada jumlah pekan efektif setiap pekan itupun tertulis di bagian atas RPP setelah identitias mata pelajaran dan tujuan.  Selanjutnya terdapat Kompetensi, Kaedah Pengajaran, Kaedah Pentaksiran dan Bahan/Sumber/Nilai. Tidak ada langkah-langkah pembelajaran saintifik, model pembelajaran yang akan digunakan di dalam RPP. RPP yang dibuat hanya sekali sejumlah pekan efektif dalam semester berjalan (bukan per pertemuan, apalagi per kompetensi dasar).

Terdapat dua penilaian mata pelajaran bahasa Melayu dalam satu semester yaitu: pertama, penilaian berterusan (bobot=30%) yang terdiri atas 4x ujian (1. tata bahasa, 2. komsas, 3. rumusan dan 4. kemahiran bercakapan) dan penilaian akhir (gabungan materi tata bahasa, komsas, rumusan dan kemahiran bercakapan).

Hanya ungkapan syukur yang terus mengalir. Betapa banyak ilmu dan pengalaman baru yang saya dapat hari ini, mulai sambutan hangat Cikgu dan siswa ketika kami tiba, melihat proses PdPC di kelas Cikgu Nor Iedah, dapat kesempatan berbincang lama dengan CikguSariwati, berbagi pengalaman mengajar pencapaiannya selama membimbing siswa, dapat beberapa hardcopy Rancangan Sesi Latihan dan modul pembelajaran yang disusun oleh guru Bahasa Melayu KVSB dan diakhiri dengan jamuan ‘makan tengah hari’ dengan nasi kandar, ayam bakar, sup, cupcake dan potongan buah. Rasanya? Sedaplah……. 😀
Semoga lawatan kali menjadi pijakan baru untuk terus berbenah, terus belajar, meningkatkan kompetensi diri dan bermanfaat bagi orang lain.

Maka nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

#GuruIndonesiaAgenPerubahan
#KolejVokasionalSungaiBuloh
#UniversityofMalaya

2 komentar:

  1. Terima kasih atas tulisan Ibu Arni, bagus dan lengkap

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mohon masukan dr Pak Zuhri,maklum ...saya baru belajar menulis Pak

      Hapus